Cabang Ilmu Farmasi
Farmasi dan Cabang Ilmu Farmasi
Istilah
farmasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu pharmacyyang diambil dari bahasa Yunani pharmacon yang mempuyai arti racun. Istilah
Farmasi sendiri sekarang dikaitkan sebagai suatu bidang ilmu terapan yang di
dalamnya mempelajari cara membuat, meracik, mencampurkan, memformulasi suatu
obat serta mengidentifikasi, menganalisis dan melakukan suatu standardisasi
obat sampai penggunaan obat yang aman. Sebagai suatu ilmu terapan tentunya ilmu
Farmasi tidak berdiri sendiri melainkan disokong oleh berbagai disiplin ilmu
lainnya seperti ilmu Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Ekonomi, Manajemen dan
lainnya.
Dalam perkembangannya ilmu Farmasi
memiliki cabang imu di dalamnya. Menurut Syamsuni (2006) cabang ilmu farmasi
antara lain :
1. Farmasetika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat meliputi
pengumpulan, pengenalan, pengawetan, dan pembakuan bahan obat-obat an; seni
peracikan obat; serta pembuatan sediaan farmasi menjadi bentuk tertentu hingga
siap digunakan sebagai obat; serta perkembangan obat yang meliputi ilmu dan
teknologi pembuatan obat dalam bentuk sediaan yang dapat digunakan dan
diberikan kepada pasien.
2. Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari sejarah; khasiat obat di segala segi
termasuk sumber/asa-usulnya, sifat kimia, sifat fisika, kegiatan
fisiologis/efeknya terhadap fungdi biokimia dan faal, cara kerja, absorpsi,
nasib (distribusi, biotransformasi), eksresinya dalam tubuh, serta efek
toksiknya; dan penggunaannya dalam pengobatan. Cabang-cabang farmakologi yaitu
Farmakognosi, Farmakodinamik, Farmakokinetik, Farmakoterapi, dan Toksikologi.
3. Kimia Farmasi
(organik dan anorganik) adalah ilmu yang mempelajari tentang analisis
kuantitatif dan kualitatif senyawa-senyawa kimia,baik dari golongan organik
(alifatik, aromatik, alisiklik, heterosiklik) maupun anorganik yang berhubungan
dengan khasiat dan penggunaanya sebagai obat.
4. Teknologi Farmasi merupakan ilmu yang membahas tentang teknik dan prosedur pembuatan
sediaan farmasi dalam skala industri farmasi termasuk prinsip kerja
perawatan/pemeliharaan alat-alat produksi da penunjangnya sesuai ketentuan Cara
Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)
5. Dispensa Farmasi adalah ilmu dan seni meracik obat menjadi bentuk sediaan tertentu
sehingga siap digunakan sebagai obat.
6. Fisika Farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang analisis kualitatif serta
kuantitatif senyawa organik dan anorganik yang berhubungan dengan sifat fisiknya,
misalnya spektrometri massa, spektrofootmetri, dan kromatografi.
7. Biofarmasetika adalah ilmu yang mempelajari pengaruh formulasi terhadap aktivitas
terapi dan produk obat.
8. Farmasi Klinik meliputi kegiatan memonitor penggunaan obat, memonitor efek samping
obat (MESO), dan kegiatan konseling/informasi obat bagi yang membutuhkannya.
9. Biologi Farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang dasar-dasar kehidupan organisme;
peranan biologi dalam bidang kesehatan, baik secara langsung maupun tidak
langsung memberikan pengaruh kehidupan manusia; serta morfologi, anatomi, dan
taksonomi tumbuhan dan hewan yang berhubungan dengan dunia kefarmasian.
10. Administrasi Farmasi, manajemen farmasi, dan pemasaran adalah ilmu yang mempelajari
administrasi, manajemen, dan pemasaran yang berhubungan dengan kewirausahaan
farmasi beserta aspek-aspek kewirausahaannya.
sumber :
Syamsuni. 2006. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta: EGC
Diposting Oleh : Nova sahriyani



Keren
BalasHapusfarmasi oke :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapuslumayan membantu.
BalasHapuslanjutkn artikelnya
BalasHapus