Senin, 16 Oktober 2017

Farmasi Pengolongan Obat

Penggolongan Obat

Penggolongan Obat 


Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi . (Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992).
Sesuai Permenkes No. 917/MENKES/PER/X/1993 tentang Wajib Daftar Obat Jadi. yang dimaksud dengan golongan obat adalah penggolongan yang dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketetapan penggunaan serta pengamanan distribusi yang terdiri dari obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek (obat keras yang dapat diperoleh tanpa resep dokter diapotek, diserahkan oleh apoteker), obat keras, psikotropika dan narkotika. Untuk obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter maka pada kemasan dan etiketnya tertera tanda khusus.

A. Penggolongan Jenis Obat berdasarkan berbagai undang undang dan peraturan menteri kesehatan dibagi menjadi :

1. Obat Bebas

Obat bebas sering juga disebut OTC (Over The Counter) adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. 
Contoh : Parasetamol, vitamin
Obat bebas ini dapat diperoleh di toko/warung, toko obat, dan apotik.

2. Obat Bebas Terbatas  (Daftar W: Warschuwing)



Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. disertai tanda peringatan dalam kemasannya:P1. Awas! Obat Keras. Bacalah Aturan Memakainya.
P2. Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelanP3. Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dan badan.
P4. Awas! Obat Keras. Hanya Untuk Dibakar.
P5. Awas! Obat Keras. Tidak Boleh Ditelan.
P6. Awas! Obat Keras. Obat Wasir, jangan ditelan.



Contoh obat : CTM, Antimo, noza
Obat bebas terbatas dan obat bebas disebut juga OTC (over the counter)
Obat bebas terbatas ini dapat diperoleh di toko obat, dan apotik tanpa resep dokter.

3. Obat Keras (Daftar G : Gevarlijk : berbahaya)


Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam. 
Contoh : Asam Mefenamat, semua obat antibiotik (ampisilin, tetrasiklin, sefalosporin, penisilin, dll), serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat diabetes, obat penenang, dll)
Obat keras ini dapat diperoleh di apotik, harus dengan resep dokter.
4. Obat Psikotropika dan Narkotika  (Daftar O)

a. Psikotropika



Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. 
Contoh : Diazepam, Phenobarbital, ekstasi, sabu-sabu
Obat psikotropika ini dapat diperoleh di apotik, harus dengan resep dokter.

b. Narkotika


   
Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. 
Contoh : Morfin, Petidin
Narkotika digolongkan menjadi 3 golongan :

Contohnya : Tanaman  Papaver Somniferum L kecuali bijinya, Opium mentah, Opium masak, candu, jicing, jicingko, Tanaman koka, Daun koka, Kokain mentah, dll
Contohnya : Alfasetilmetadol, Alfameprodina, Alfametadol, Alfaprodina, dll
Contohnya : Asetildihidrokodeina, Dekstropropoksifena, Dihidrokodeina, Etilmorfina, dll


B. Penggolongan obat berdasarkan mekanisme kerja obat
dibagi menjadi 5 jenis penggolongan antara lain :
  •  obat yang bekerja pada penyebab penyakit, misalnya penyakit akibat bakteri atau mikroba, contoh antibiotik.
  • obat yang bekerja untuk mencegah kondisi patologis dari penyakit contoh vaksin, dan serum.
  • obat yang menghilangkan simtomatik/gejala, meredakan nyeri contoh analgesik
  • obat yang bekerja menambah atau mengganti fungsi fungsi zat yang kurang, contoh vitamin dan hormon.
  • pemberian placebo adalah pemberian obat yang tidak mengandung zat aktif, khususnya pada pasien normal yang menganggap dirinya dalam keadaan sakit. contoh aqua pro injeksi dan tablet placebo.

Selain itu dapat dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya, seperti obat antihipertensi, kardiak, diuretik, hipnotik, sedatif, dan lain lain.

C. Penggolongan obat berdasarkan tempat atau lokasi pemakaian
dibagi menjadi 2 golongan :
  • obat dalam yaitu obat obatan yang dikonsumsi peroral, contoh tablet antibiotik, parasetamol tablet.
  • obat luar yaitu obat obatan yang dipakai secara topikal/tubuh bagian luar, contoh sulfur, dll


D. Penggolongan obat berdasarkan cara pemakaian
dibagi menjadi beberapa bagian, seperti :
  • oral : obat yang dikonsumsi melalui mulut kedalam saluran cerna, contoh tablet, kapsul, serbuk, dll
  • perektal : obat yang dipakai melalui rektum, biasanya digunakan pada pasien yang tidak bisa menelan, pingsan, atau menghendaki efek cepat dan terhindar dari pengaruh pH lambung, FFE di hati, maupun enzim-enzim di dalam tubuh
  • Sublingual : Sublingual : pemakaian obat dengan meletakkannya dibawah lidah., masuk ke pembuluh darah, efeknya lebih cepat, contoh obat hipertensi : tablet hisap, hormon-hormon
  • Parenteral : obat yang disuntikkan melalui kulit ke aliran darah. baik secara intravena, subkutan, intramuskular, intrakardial.
  •  langsung ke organ, contoh intrakardial
  • melalui selaput perut, contoh intra peritoneal

E. Penggolongan obat berdasarkan efek yang ditimbulkan
dibagi menjadi 2 :
  •  sistemik : obat/zat aktif yang masuk kedalam peredaran darah.
  • lokal : obat/zat aktif yang hanya berefek/menyebar/mempengaruhi bagian tertentu tempat obat tersebut berada, seperti pada hidung, mata, kulit, dll
F. Penggolongan obat berdasarkan daya kerja atau terapi
dibagi menjadi 2 golongan :

  • farmakodinamik : obat obat yang bekerja mempengaruhi fisilogis tubuh, contoh hormon dan vitamin.
  • kemoterapi : obat obatan yang bekerja secara kimia untuk membasmi parasit/bibit penyakit, mempunyai daya kerja kombinasi.

GPenggolongan obat berdasarkan asal obat dan cara pembuatannya
dibagi menjadi 2 :
  •  Alamiah : obat obat yang berasal dari alam (tumbuhan, hewan dan mineral)
  1. tumbuhan : jamur (antibiotik), kina (kinin), digitalis (glikosida jantung) dll
  2. hewan : plasenta, otak menghasilkan serum rabies, kolagen.
  3. mineral : vaselin, parafin, talkum/silikat, dll
  • Sintetik : merupakan cara pembuatan obat dengan melakukan reaksi-reaksi kimia, contohnya minyak gandapura dihasilkan dengan mereaksikan metanol dan asam salisilat.

Jumat, 13 Oktober 2017

Obat On dan Off Label Gabapentin

Obat On dan Off Label Gabapentin




On Label Gabapentin

1.      Indikasi : Gabapentin adalah obat untuk mencegah dan mengontrol kejang. Obat ini juga digunakan untuk meredakan nyeri saraf akibat herpes zoster pada orang dewasa. Gabapentin dikenal sebagai obat antikejang atau antiepilepsi. Gabapentin juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi nyeri saraf lainnya seperti neuropati diabetik, neuropati perifer, neuralgia trigeminal, dan restless leg syndrome.
2.     Tentang Gabapentin
Jenis obat
Obat antiepilepsi
Golongan
Obat resep
Manfaat
Mengendalikan epilepsi dan rasa sakit akibat kerusakan pada saraf.
Dikonsumsi oleh
Dewasa dan anak-anak 6 tahun ke atas
Bentuk obat
Tablet, kapsul, dan cairan yang diminum
Penggunaan gabapentin memerlukan resep dokter. Pastikan untuk mengikuti resep dan petunjuk yang disarankan oleh dokter menurut kondisi kesehatan Anda.
3.     Peringatan:
1.      Bagi wanita hamil, menyusui atau yang mencoba memiliki anak, tanyakan pada dokter tentang pemakaian obat ini.
2.      Tanyakan dosis gabapentin untuk anak-anak kepada dokter.
3.      Harap berhati-hati bagi penderita psikosis, penyakit ginjal, diabetes, dan depresi.
4.      Jika ingin mengonsumsi obat antasid, pastikan ada jarak minimal dua jam dengan waktu mengonsumsi gabapentin.
5.      Konsumsi gabapetin secara teratur tiap hari. Jangan berhenti mengonsumsi kecuali atas anjuran dokter.
6.      Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan rasa kantuk.
7.      Permulaan dan pemberhentian penggunaan obat ini perlu dilakukan secara bertahap untuk mencegah efek samping dan kembalinya kondisi semula.
8.      Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

4.     Mekanisme Kerja
Semua aksi farmakologi setelah penggunaan gabapentin tergantung pada aktivitas komponen induk; gabapentin tidak secara bermakna dimetabolisme oleh tubuh manusia, tidak terikat pada protein plasma, tidak menginduksi aktivitas enzim hepatik, dan tidak mengubah farmakokinetika dari obat-obat antikonvulsan yang biasa digunakan (misalnya carbamazepine, phenytoin, valproate, phenobarbital, diazepam) atau kontrasepsi oral. Sebagai tambahan, farmakokinetika gabapentin pada dasarnya tidak berubah bila digunakan bersamaan dengan obat-obat antikonvulsan lain.



5.     Dosis
Gabapentin tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut :
Ø  Kapsul, Oral: 100 mg, 300 mg, 400 mg
Ø  Oral: 300 MG, 600 MG
Ø  Solution, Oral: 250 mg/5 mL (5 mL, 6 mL, 470 mL, 473 mL)
Ø  Tablet, Oral: 300 mg, 600 mg, 800 mg

Dosis Gabapentin untuk orang dewasa

Dosis gabapentin untuk epilepsi:
v  Dosis awal: 300 mg secara oral pada hari pertama, 300 mg secara oral 2 kali sehari pada hari kedua, lalu 300 mg secara oral 3 kali sehari pada hari ketiga.
v  Dosis rumatan: 900-1800 mg secara oral dalam 3 dosis terbagi. Jika dibutuhkan, dosis dapat dinaikkan dengan 300 mg atau 400 mg kapsul 3 kali sehari hingga 1800 mg/hari.
v  Dosis hingga 2400 mg/hari ditoleransi dengan baik dalam penelitian jangka panjang. Dosis 3600 mg/hari juga diberikan untuk sedikit pasien untuk waktu yang relatif singkat dan ditoleransi dengan baik. Waktu maksimal antar dosis dalam jadwal 3 kali sehari tidak boleh lebih dari 12 jam.
v  Keamanan dan efektivitas Gabapentin tersedia dalam merek dagang Gralise (R) atau Horizant (R) pada pasien dengan epilepsi belum diteliti.
Dosis gabapentin untuk rasa sakit akibat herpes zoster
v  Dosis awal: 300 mg secara oral pada hari pertama, 300 mg secara oral 2 kali sehari pada hari kedua, lalu 300 mg secara oral 3 kali sehari pada hari ketiga. Dosis dapat dititrasi naik sesuai kebutuhan untuk meredakan nyeri dengan dosis harian 1800 mg.
v  Dosis rumatan: 900-1800 mg secara oral dalam 3 dosis terbagi.
v  Efikasi dinyatakan dalam penelitian klinis lebih dari 1800 mg/hari hingga 3600 mg/hari. Meski begitu, tidak ada manfaat tambahan dari penggunaan dosis melebihi 1800 mg/hari. 
Dosis gabapentin untuk restless legs syndrome:
v  600 mg secara oral sekali sehari dengan makanan sekitar jam 17.00

Dosis Gabapentin untuk anak-anak :

Dosis gabapentin untuk epilepsi pada anak
Kurang dari 3 tahun: Efektivitas belum diketahui.
3-12 tahun:
v  Dosis awal: berkisar dari 10-15 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi.
v  Dosis efektif: diraih dengan titrasi naik dalam periode 3 hari. Dosis efektif Gabapentin pada pasien ≥ 5 tahun yaitu 25-35 mg/kg/hari dan diberikan dalam dosis terbagi (tiga kali sehari). Dosis efektif pada pasien anak usia 3 dan 4 tahun 40 mg/kg/hari dan diberikan dalam dosis terbagi (tiga kali sehari).
Gabapentin dapat diberikan dalam bentuk larutan oral, kapsul, atau tablet, atau menggunakan kombinasi formulasi ini.
Dosis hingga 50 mg/kg/hari ditoleransi dengan baik dalam penelitian jangka panjang. Waktu interval maksimal antar dosis tidak lebih dari 12 jam.


3       Efek samping Obat
Sistem saraf
mengantuk, pusing atau ataksia, fatigue, nistagmus, tremor, gugup, disartria, amnesia, depresi, twitching, gangguan koordinasi, sakit kepala, bingung, insomnia, abnormal thinking, dan gangguan emosional.
Gastrointestinal
dispepsia, mulut dan tenggorokan terasa kering, konstipasi, kelainan pada gigi, peningkatan nafsu makan, mual, muntah, nyeri abdominal, diare dan anoreksia.
Kardiovaskular
edema perifer, vasodilatasi, hipertensi, hipotensi, angina pektoris, gangguan vaskular perifer, palpitasi, takikardia, heart murmur dan edema umum.
Saluran pernafasan
rinitis, faringitis, batuk, pneumonia, epistaksis, dan dispnea.
Jaringan otot
mialgia, artralgia, nyeri punggung dan fraktur.
Kulit dan reaksi sensitif
pruritus atau abrasi, ruam atau jerawat.
Hematologi
leukopenia, purpura, anemia, dan trombositopenia.
Mata dan telinga
diplopia dan amblyopia.

4       Merek Dagang/Paten
·         Alpentin,
·         Epiven,
·         Gabasant 300,
·         Gabexal,
·         Ganin,
·         Gapenal,
·         Galepsi
·         Neurontin,
·         Opipentin,
·         Repligen,
·         Simtin,
·         Sipentin,
·         Tineuron,


Off label gabapentin

1.    Indikasi  gabapentin : di indikasikan sebagai terapi tambahan terhadap obat anti epilepsi standar pada penderia yang tidak dapat dikendalikan serangannya dengan pemberian obat-obat tersebut secaratunggal
maupun kombinasi, atau pada penderita yang tidak toleransi terhadap dosis terapeutik obat-obat tersebut.Gabapentin di gunakan pada simple and complex partial seizures (serangan parsial sederhana danserangan parsial komplek) dan khususnya secondarily generalized tonic-clonic seizures (serangan umumtonik-klonik sekunder). 
Mekanis aksi Gabapentin adalah sebagai analog GABA, meningkatkan konsentrasi GABA (
Gamma Aminobutyric Acid yang merupakan asam amino yang ada di otak.) di otak sehingga dapat mengurangi terjadinya kejang.
Off label Use gabapentin diantaranya:
Bipolar disorder, Neuropathic pain, Diabetic neuropathy, Complex regional pain syndrome, Attention deficit disorder, Restless legs syndrome, Trigeminal neuralgia, Periodic limb movement disorder of sleep, Migraine, Drug and alcohol withdrawal seizures
2.    Mekanisme kerja :
    1. Gabapentin melintasi hambatan beberapa membran tubuh melalui transporter asamamino tertentu (sistem L) dan bersaing dengan leusin, isoleusin, valin, dan fenilalaninuntuk transportasi.  
    2. Gabapentin meningkatkan konsentrasi dan mungkin tingkat sintesis dari GABA dalam otak, yang dapat meningkatkan nonvesikular rilis GABA selama kejang. 
    3. Gabapentin mengikat dengan afinitas tinggi untuk situs pengikatan baru dalamjaringan otak yang berhubungan dengan subunit tambahan tegangan-sensitif Ca2 + channel. Terakhir elektrofisiologi Hasil penelitian menunjukkan bahwa gabapentindapat memodulasi jenis tertentu dari Ca2 + saat ini. 
    4. Gabapentin mengurangi pelepasan neurotransmiter beberapa monoamina.
    5.  Elektrofisiologi menunjukkan bahwa gabapentin menghambat tegangan-aktif Na +saluran, tetapi hasil lainnya bertentangan temuan ini.
    6. Gabapentin meningkatkan konsentrasi serotonin dalam darah keseluruhan manusia,yang mungkin relevan dengan tindakan neurobehavioral
g.      Gabapentin mencegah kematian neuronal dalam beberapa model termasuk yangdirancang untuk meniru amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Hal ini dapat terjadidengan menghambat sintesis glutamat oleh bercabang-rantai asam aminoaminotransferase. 

3.    Dosis
Gabapentin tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut :
  •  Kapsul, Oral: 100 mg, 300 mg, 400 mg
  • Oral: 300 MG, 600 MG
  • Solution, Oral: 250 mg/5 mL (5 mL, 6 mL, 470 mL, 473 mL)
  • Tablet, Oral: 300 mg, 600 mg, 800 mg

4.    Efek samping Obat
Sistem saraf
mengantuk, pusing atau ataksia, fatigue, nistagmus, tremor, gugup, disartria, amnesia, depresi, twitching, gangguan koordinasi, sakit kepala, bingung, insomnia, abnormal thinking, dan gangguan emosional.
Gastrointestinal
dispepsia, mulut dan tenggorokan terasa kering, konstipasi, kelainan pada gigi, peningkatan nafsu makan, mual, muntah, nyeri abdominal, diare dan anoreksia.
Kardiovaskular
edema perifer, vasodilatasi, hipertensi, hipotensi, angina pektoris, gangguan vaskular perifer, palpitasi, takikardia, heart murmur dan edema umum.
Saluran pernafasan
rinitis, faringitis, batuk, pneumonia, epistaksis, dan dispnea.
Jaringan otot
mialgia, artralgia, nyeri punggung dan fraktur.
Kulit dan reaksi sensitif
pruritus atau abrasi, ruam atau jerawat.
Hematologi
leukopenia, purpura, anemia, dan trombositopenia.
Mata dan telinga
diplopia dan amblyopia.

5.    Merek Dagang/Paten
·         Alpentin,
·         Epiven,
·         Gabasant 300,
·         Gabexal,
·         Ganin,
·         Gapenal,
·         Galepsi
·         Neurontin,
·         Opipentin,
·         Repligen,
·         Simtin,
·         Sipentin,
·         Tineuron,



Sumber :

Farmasi Pengolongan Obat

Penggolongan Obat Penggolongan Obat  Obat adalah  bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau...